Home / GENERAL / Curug Jenggala Curug Cinta di Atas Tebing

Curug Jenggala Curug Cinta di Atas Tebing

Bicara soal tempat berfoto, bisa dibilang Banyumas memiliki segudang lokasi favorit. Tidak hanya berlatar taman bunga, tapi juga ada pemandangan alam, pegunungan, sungai sampai air terjun.

Salah satu air terjun yang menjadi incaran pengunjung untuk berfoto adalah Curug Jenggala yang berlokasi di Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden. Curug yang bernama asli Tempuan itu kini dilengkapi selfie deck berbentuk simbol cinta di atas tebing.

Untuk mencapai lokasi wisata ini, pengunjung memang membutuhkan sedikit perjuangan. Pasalnya, kendaraan roda dua hanya boleh terparkir di pemukiman warga Dusun Kalipagu, sekitar 3 kilometer dari pintu masuk gerbang Desa Ketenger.

Setelah itu, pengunjung harus melewati jalan setapak yang berkelok dan menanjak. Namun cukup menyejukkan dengan dengan pemandangan sawah yang luas juga intalasi gorong-gorong Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ketenger.

“Perjalanannya kira-kira 30 menit dari lokasi parkir di Dusun Kalipagu. Tetapi, semuanya terbayar setelah melihat pemandangan tiga bagian terjunan air Curug Jenggala yang jatuh dari ketinggian sekitar 25 meter,” ujar salah satu pengunjung, Aji Prasetyo (22)

Di bagian bawah tebing selfie deck, terdapat sebuah jembatan menuju air terjun. Terjunan airnya sangat deras sehingga baju pengunjung tetap basah meski berdiri sejauh 10 meter dari kolam.

“Curug Jenggala adalah salah satu air terjun yang unik di Banyumas. Tapi fasilitasnya masih minim. Mungkin ke depannya perlu dilengkapi dengan toilet,” tambah Aji.

Administrator Perum Perhutani KPH Banyumas Timur, Wawan Triwibowo mengatakan, destinasi wisata ini baru diresmikan sebulan lalu. Meski demikian air terjun ini sudah cukup populer di media sosial.

“Hingga saat ini, tidak kurang dari 5.000 wisatawan lokal datang untuk berburu swafoto di selfie deck yang disediakan. Nyaris setiap hari, puluhan pasangan muda-mudi datang kesini hanya untuk berfoto,” katanya.

Wawan mengemukakan, Curug Jenggala ini dikelola bersama Lembaga Desa Masyarakat Hutan (LMDH) Gempita, Desa Ketenger. Untuk menikmati curug ini, pengunjung hanya cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000.

Dia menambahkan, selain Curug Jenggala, masih ada sejumlah objek yang akan dikembangkan, yakni Curug Penganten, dan Situs Batu Lumpang. Pengelolaannya menggunakan sistem bagi hasil dari pendapatan tiket tersebut.

About admin

Check Also

BNPB Prioritaskan Pencarian Korban di Palu dan Donggala

Jakarta, Kopdarnews.com-Proses evekuasi dan penyelamatan korban bencana gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala terus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *