Home / EKONOMI / Cara Tepat Manfaatkan Bonus Demografi Untuk Menangkan Kompetisi di Era Digital-Savvy
image sumber : http://www.digitalinvestorevent.com/img/main-logo-2x.png

Cara Tepat Manfaatkan Bonus Demografi Untuk Menangkan Kompetisi di Era Digital-Savvy

Jakarta, KopdarNews.com-Ari Adil selaku pengamat industri wealth management percaya bahwa pendekatan dan keterlibatan serta pengalaman secara digital dalam mengelola kekayaan akan menjadi senjata strategis yang paling potensial di tengah bonus demografi.

Berikut ini adalah analisa Ari Adil terkait tiga tren digital dalam layanan wealth management yang dapat menjadi acuan bagi perusahaan penyedia produk dan layanan wealth management untuk memenangkan kompetisi di era digital-savvy:

  1. Pengingkatan adopsi digital dan omnichannel membentuk harapan investor teknologi

‘Investor 2.0’ yang dilengkapi dengan internet dan smartphone dalam mengkonsumsi informasi dan akses layanan semakin mengharapkan layanan wealth management untuk berevolusi secara digital untuk selalu memberikan kenyamanan akses 24/7 terhadap uang dan kekayaan mereka. Oleh karena itu, Ari mengharapkan berbagai inovasi perusahaan penyedia produk dan layanan wealth management harus terus dilakukan untuk memperluas akses ini, diantaranya adalah bermitra dengan penyedia platform digital e-Commerce hingga marketplace khusus mengenai produk investasi yang menyediakan layanan jual-beli secara online.

  1. Transisi ‘penasihat robotik’ akan terus berlanjut

Ari juga menambahkan bahwa hampir 50% penasihat keuangan di Indonesia akan mencapai masa pensiun dalam dua dekade ke depan. Dengan sedikitnya penasihat keuangan yang berpengalaman, penyedia produk dan layanan wealth management perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi kualitas nasihat investasi mereka. Oleh karena itu, Ari melihat bahwa tren layanan ‘penasihat robotik’ (atau disebut juga robo-advisory) akan terus berkembang melalui penggabungan teknologi dan metode penasihat investasi yang terbaik.

  1. Perubahan perilaku adalah kuncinya

Perusahaan penyedia produk dan layanan wealth management harus dapat menyesuaikan dengan perubahan perilaku nasabahnya Penyediaan teknologi yang saat ini menjadi sangat penting untuk melayani nasabah namun dengan selalu mampu mengindentifikasi kekurangan yang belum dapat diberikan melalui media teknologi menjadi sangat krusial. Dengan terus melatih dan mendidik penasihat keuangan mereka agar memahami layanan digital dan mengisi kekosongan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi, Ari melihat hal ini akan senantiasa menjadi formula kesuksesan perusahaan untuk memberikan layanan yang terbaik.

Dalam menghadapi bonus demografi, Ari menilai bahwa setiap institusi keuangan perlu bergabung dalam mengkampanyekan pentingnya berinvestasi di awal usia produktif untuk mencapai tujuan keuangan yang lebih sehat. Melalui persiapan yang baik dan dukungan semua pihak, bonus demografi dapat dimanfaatkan agar berdampak luas secara jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi termasuk memicu perluasan jumlah investor dan pendalaman keuangan di Indonesia.

Sebagai informasi, Ari Adil adalah pria dibalik suksesnya inovasi dan inistiatif dari beberapa produk dan layanan wealth management di Indonesia. Salah satu catatan suksesnya adalah memunculkan skema kolaborasi pertama di Indonesia antara perusahaan manajer investasi lokal dengan perusahaan manajer investasi global pada tahun 2016 untuk mengelola Reksa Dana yang dapat berinvestasi seluruh portofolionya di efek saham syariah luar negeri.

Ari juga instrumental dan berperan signifikan dalam menyediakan solusi produk dan layanan perusahaan tempatnya bekerja sehingga perusahaan tersebut diangugerahi gelar “The Best Mutual Fund Provider in Indonesia” pada tahun 2017 dari Global Banking and Finance Magazine London, Inggris. Selain itu, pada tahun 2007 Ari berhasil membawa perusahaan penasihat investasi milik asing pertama di Indonesia untuk mendapatkan izin usaha sebagai perusahaan penasihat investasi dari BAPEPAM & LK (saat ini OJK). Lulus dari Teknik Industri, Universitas Indonesia pada tahun 1998, Ari melanjutkan pendidikannya dan dianugerahi gelar Master of Commerce (M.Com) di bidang Akuntansi dan Keuangan dari The University of Sydney, Sydney, Australia.

Saat ini Ari mengantongi lisensi sebagai CFP (Certified Financial Planner) serta Wakil Manajer Investasi (WMI) dari OJK. Berkarir selama hampir 15 tahun di  industri pasar modal dan wealth management baik di Indonesia maupun di luar negeri, Ari juga aktif menjadi pembicara di forum nasional maupun internasional di Indonesia yang berhubungan dengan investasi di Reksa Dana dan wealth management.

About fairuz -

Check Also

Rupiah Loyo, Beberapa Bank Hargai Dollar AS Rp 15.000

Jakarta, KOPDARNEWS.COM-Keperkasaan Dollar AS terhadap rupiah terus bergerak dan bertambah kian liar. Mata uang Paman ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *