Home / EKONOMI / Izin Abu Tour Terancam Dicabut
Logo Abu Tour & Travel

Izin Abu Tour Terancam Dicabut

Makassar, Kopdarnews.com- Buntut dari ketidakmampuan memberangkatkan 86.720 jamaah umroh ke Arab Saudi, izin operasional Abu Tour And Travel, sebagai biro penyelengara umrah dan Haji terancam dicabut.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kementerian Agama Sulawesi Selatan yang akan mencabut izin operasional biro perjalanan haji dan umrah Abu Tours. “Yang jelas, kita sudah laporkan semua perkembangan mengenai Abu Tours ini ke pusat dan sudah turun perintah juga untuk mencabut izin operasionalnya,” ujar Kepala Bidang Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Kaswad Sartono di Makassar, Jumat (23/3).

Lebih lanjut, Kaswad mengtakan, pencabutan izin operasional secara pasti baru akan dilakukan pekan depan karena pemberitahuan dari Kemenag pusat sudah turun untuk segera ditindaklanjutinya. Kaswad menegaskan bahwa hak-hak jamaah umrah sangat jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008 tentang penyelengaraan ibadah haji dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2012 tentang pelaksanaan undang-undang.

Seperti yang dilansir oleh http://www.ihram.co.id bahwa menurut Kaswad, terkait dengan rencana pencabutan izin operasional dari Abu Tours ini juga berdasarkan penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) setelah hak-hak dari para jamaah tidak mampu dipenuhi oleh biro travel.

“Memang ada tahapan-tahapan sebelum pencabutan izin operasional dilakukan dan kami di Kemenag ini hanya membina travel-travel atau biro umrah ini yang bisa megikuti regulasi ini dan dapat selalu memperbaiki dan menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Antara regulasi haji dan umrah itu sangat jauh berbeda karena regulasi umrah belum sesempurna dari regulasi haji,” katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menetapkan Chief Executive Officer Abu Tours, HM (35), sebagai tersangka setelah tidak mampu memberangkatkan 86.720 jamaah umrah ke Arab Saudi. “Berdasarkan hasil penyelidikan dan ditemukan adanya unsur-unsur tindak pidana, akhirnya kita tetapkan tersangka dalam kasus ini berinisial HM,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Hal ini dipertegas oleh Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan, ia mengatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara tersebut dilaksanakan. Ia menjelaskan, keterangan dari tersangka tentang tidak cukupnya anggaran pemberangkatan untuk 86.720

 

About fairuz -

Check Also

Korban Longsor Sukabumi Bertambah: 5 Tewas, 38 Masih Dicari

Sukabumi, kopdarnews.com-Evakuasi pencarian dan penyelamatan korban longsor yang menimbun 30 unit rumah terus dilakukan oleh ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *