Home / EKONOMI / Kobarkan Spirit Kartini Modern, D’Kandang Gelar “Mompreneur The Power Of Emak-Emak”
Kika-Adhi Pramono, GM Keponesia, Ida Cholisah, M.Pd, Novelis dan Akademisi (jilbab merah), Dr. Naomi Prima, SE., MT, Wakil Rektor Universitas Paramadina (baju putih), Endah Lestari, Owner dan Direktur PT Trias Cipta Ide (kerudung Krem), dan Liana Andriani, Rajutan Pijarca bersama Tim Keponesia berpose usai acara Talkshow Mompreneur, The Power Of Emak-Emak A Trubute to RA. Kartini di D'Kandang Amazing Farm, Pasir Putih, Sawangan Kota Depok

Kobarkan Spirit Kartini Modern, D’Kandang Gelar “Mompreneur The Power Of Emak-Emak”

Depok, Kopdarnews.com-Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Depok, D’Kandang Amazing Farm dan Keponesia, Event Organizer, Penyelenggara Event The Power of Emak-Emak, A Tribute to Kartini hari ini resmi dibuka oleh Lurah Pasir Putih, Ahmad Rivai, Lc yang  mewakili Walikota Depok, KH. Muhammad Idris membuka event ini secara simbolis.

Dalam sambutannya, Ahmad Rivai, Lc menyatakan bahwa kegiatan ini bermakna positif dan dapat mengangkat pasar dari produk-produk lokal, khususnya Kota Depok.  “Sesuai dengan amanat Walikota Depok bahwa acara ini juga sangat bermanfaat untuk menumbuhkan spirit Kartini modern yang tetap menjadi wanita inspiratif dan memberdayakan keluarga, masyarakat, dan bangsa ini secara umum, saya yakin akan tumbuh Kartini-Kartini modern di Kota Depok dan sekitarnya dari Ibu-Ibu yang hadir saat ini,” kata Ahmad Rivai Lc, Lurah Pasir Putih Sawangan,  saat memberikan sambutan dan membuka acara mewakili Walikota Depok.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Elen Ketua Penanganan Program Keluarga Berencana Pemerintah Kota Tangerang Selatan mewakili Walikota Tangerang Selatan juga menyampaikan bahwa inspirasi Kartini-Kartini modern tidak kalah hebat dengan RA. Kartini.

“Kepemimpinan wanita modern tak kalah inspiratif, saya juga punya pemimpin  wanita, Ibu Airin Rahmi Diany, yang sangat saya kagumi, beliau adalah sosok Kartini modern yang tangguh, punya leadership dan semangat kepemimpinan yang bisa mengayomi bawahannya dengan baik, saya kagum dengan beliau,” katanya saat memberikan sambutan pada acara pembukaan The Power of Emak-Emak, A Tribute to Kartini, dalam rangka memperingati hari Kartini.

Acara yang berlangsung dari tanggal 27-29 April 2018 juga menghadirkan berbagai acara, salah satunya adalah acar Sulap Pak Tarno pada hari Minggu 29 April 2018.

Kiprah Wanita Wirausaha yang sukses dan mampu membangun karir dan bisnis dengan cemerlang juga piawai mengelola rumah tangga adalah inspirasi dan dedikasi kartini modern yang benar-benar dapat mengaktualisasikan kemampuan multitaskingnya dengan sempurna.

Menurut General Manager Keponesia, Adhi Pramono event ini untuk menggugah spirit berkarya dan kiprah wanita atau kartini modern yang sukses menerjemahkan fitrah kewanitaan dan kemampuan multitaskingnya secara sempurna. “Talkshow ini adalah rangkaian dari kegiatan Mompreneur, The Power of Emak-Emak, bagaimana seorang wanita dengan kehebatan multitaskingnya mampu sukses dan menebar beragam manfaat pada lingkungnya, selain hebat, kemampuan menikmati proses dan support dari orang terdekatnya membuat mereka bisa menjelma menjadi penebar semangat generas bangsa dewasa ini, kami berharap kegiatan ini dapat menggugah semangat berkarya anak bangsa untuk melahirkan karya, inovasi, dan produk lokal yang mampu berdaya saing dan jadi kampiun di negeri sendiri,” kata Pria yang juga sering menghelat event-event yang berbasis isu-isu sensasional dan inspiratif ini. Seperti halnya Festival Jengkol, Bakulan Kuliner Nusantara, dan Mompreneur The Power of emak-Emak.

Selain itu, acara juga dimeriahkan dengan talkshow wanita Inspiratif yang menghadirkan Wakil Rektor Universitas Paramadina, Dr. Dra. Prima Naomi, MT., Ibu Ida Cholisah M.Pd., Novelis sekaligus akademis yang sukses mengeksplorasi kemampuan menulisnya dengan cepat dan baik, Ibu Endah Lestari, Pemilik furniture dari PT Trias Cipta Ide dan CV Duta Laras Cipta, dan Ibu Lianah Andriani Pemilik Usaha Rajutan “Pijarca”.

Ke-empat wanita Inspiratif tadi bercerita soal bagaimana mereka menghadapi saat-saat menyulikan dalam hidupnya. Ibu Ida Cholisah yang menceritakan pengalamannya berjuang melawan penyakit kanker dan semangatnya melawan sakit paska kemoterapi. Dirinya berjuang sekuat tenaga dan hanya mengadalkan pertolongan Allah Swt untuk dapat terus hidup dan berikan kekuatan menikmati proses ini dengan baik.

“Saya merasa bahwa ini adalah takdir saya untuk dapat penyakit ini, saya bahkan menerima banyak perkataan yang tidak support atas apa yang saya derita, dan saya masih menghidupi dua anak saya yang masih sekolah ketika itu, tetapi saya yakin, semua yang kita niatkan dengan maksimal, pasti akan dimudahkan Allah Swt,” katanya.

Ibu Endah Lestari pun demikian, pengusaha furniture ini juga menyatakan bahwa karyawannya yang selalu mensupport dirinya ketika dalam kondisi terdesak. “Saya seringkali bingung ketika harus mengerjakan proyek dengan pembayaran yang lama, namun anak buah saya selalu menguatkan untuk terus jalan, mereka bilang saya tidak boleh sedih dan terus berupaya pasti ada jalan keluarnya, mereka adalah penguat saya membesarkan usaha ini,” katanya.

Lain hanyalnya dengan Ibu Naomi Prima, Wakil Rektor Universitas Paramadina ini menceritakan kehidupannya yang serba ‘ditawari’. “Saya ini meniti karir jadi dosen serba ditawari, kuncinya adalah taat pada suami, suami bilang jalan aja nanti ada kok solusinya, itu bagi saya sudah real supporting,” katanya.

Dirinya juga menyatakan bahwa ia termasuk wanita yang bisa mengatur waktu dengan baik. “Saya bawa mobil sendiri saat antar aank sekolah, mengajar di Paramadina, dan belajar S3 di UI, Depok dan Salemba ketika itu, saya bisa sediakan keluarga sarapan pagi dan bekal makan siang untuk anak saya,” katanya. Ia teringat akan ucapan atasannya ketika masih di Surabaya. “Kalau ngajar di negeri, kita sampaikan materi 100% yang menyerap bisa 80%, di perguruan tinggi swasta kita sampaikan 100% yang sampai hanya 30-50% saja. “Makanya pahala dosen swasta lebih besar, karena tantangannya lebih sulit,” ujarnya menirukan perkataan atasannya ketika itu.

Sedangkan Ibu Lianah Andriani memuai usaha Rajutan Fashion Bayi dari uang Rp 100 ribu dan sekarang omsetnya mencapai Rp 10 juta per bulan. “Dari resign dari pekerjaan untuk anak dan keluarga, hingga saya bisa memulai usaha dari rumah dengan niat ibadah,” katanya.

Sebagai kawasan wisata edukasi, D’Kandang Amazing Farm sangat membutuhkan kegiatan-kegiatan yang bisa menarik pengunjung dan memberikan asas manfaat yang lebih besar kepada masyarakat sekitar.

Acara ini banyak disupport oleh berbagai produk Indonesia yang sudah terkenal. Salah satunya adalah Hydro Coco dari PT Kalbe Farma, Roti Swanish dari PT Swanish Boga Industria, Air Minum Amidis, Universitas Paramadina, Kosmetika Wardah, Busana Muslim El Zatta, dan support media radio seperti Bens Radio dan media online www.kopdarnews.com serta beberapa sponsor lainnya.

About fairuz -

Check Also

Kawal Demokrasi, PB HMI Silaturahmi Ke Tommy Soeharto

Jakarta, Kopdarnews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bersilaturahmi ke Ketua Umum Partai Berkarya, H ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *