Home / EKONOMI / Beda Uang, Beda Cara Berfikir
Ario Rantau, Presiden Sales Indonesia

Beda Uang, Beda Cara Berfikir

(Mana yang disebut bisnis itu kejam dan mana yang disebut bisnis itu baik dan tidak kejam) Sebelumnya saya menulis tentang ini Saya mohon maaf jika tulisan ini berbeda dari biasanya, mungkin ada pembaca yang yang mempunyai pengalaman yang berbeda-beda. Ini hanyalah pengalaman saya, pengalaman yang saya dapatkan selama saya mengenal bisnis dengan bekerjasama dengan tempat-tempat wisata dan waterpark di Indonesia.

Saya ini banyak bekerjasama dengan tempat-tempat Waterpark dan Tempat Wisata lainnya di Indonesia, Dari Sabang Sampai Merauke sudah saya Datangi, Khususnya Kota Provinsi di Indonesia, Aceh, Medan, Batam, Palembang, Babel, Lampung, Jabodetabek, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Manado, Makassar, Palu, Ambon, Maluku, Sorong, Timika dan Jayapura, Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, Palangkaraya, Lombol, Bali dan kota-kota yang lainnya di Indonesia yang tidak saya sebutkan.

Intinya saya sudah Keliling Indonesia hanya untuk bekerja sama ke tempat-tempat Waterpark, meeting dan bertemu dengan pemilik-pemilik Waterpark. Karakter mereka juga berbeda-beda, dari yang suka Wanita sampai yang suka Ibadah, dari yang baik sampai perbuatan yang tidak baik, dari yang suka Poligami sampai yang suka simpenan wanita.

Hampir yang saya temui pemilik-pemilik Waterpark mereka bajingan, tetapi banyak diimbangi sisi baiknya. Banyak beredar di kalangan pebisnis bahwa bisnis itu kejam (Garis Bawahi itu ). Pada penempatan yang mana disebut kejam, jadi begini hampir para pebisnis yang saya temui yang mereka sudah memiliki aset diatas 500 Miliar Rupiah mereka orang-orang kejam, walaupun mereka adalah orang yang  rajin beribadah (untuk menyeimbanginya ).

Pasti mereka sudah pernah membunuh, menghardik, buang orang ke Laut, Menembak orang, baik dengan tangannya sendiri maupun meminjam tangan orang lain ( Nabok Nyilih Tangan ). Mereka tidak pernah takut dosa, pikir mereka daripada Aku yang sakiti lebih baik aku yang menyakitimu

Tapi yang anehnya mengapa mereka tidak tersentuh hukum sama sekali. Mungkin, pikir saya, mereka sudah pegang pihak-pihak Penegak Hukum yang ada. Secara logika, mereka yang mempunyai aset 11 digit sampai dengan 12 Digit semuanya bisa bayar dengan Mudah ketika mereka terkena masalah. Begitu mudahnya Hukum dibeli di Indonesia. mereka tidak pernah tersentuh Hukum sama sekali, begitu hebatnya peran uang di muka bumi ini. Luar biasanya, mereka tambah kaya raya dan tidak pernah terkena hukum karma.

Sedangkan, orang-orang yang saya temui yang mempunyai aset dibawah 100 Miliar rupiah mereka-mereka orang-orang yang baik dan takut dosa. Bahkan ketika mereka berbuat dosa maka mereka cepat-cepat Tobat, termasuk saya. Mereka rajin Ibadah, Tidak suka sama riba, tidak suka menyakiti orang lain. Logika mereka lebih baik aku yang tersakiti daripada mereka yang tersakiti.

Jadi, tipe-tipe orang yang mempunyai aset 9 sampai dengan 10 digit mereka orang baik dalam berbisnis TIDAK KEJAM, karena kalo mereka kejam uang mereka dan asetnya bisa Habis hanya untuk membayar mulut hukum di negeri ini.

Jadi, sahabat-sahabat semua sudah tahu mana dibilang bisnis itu kejam mana dibilang bisnis itu tidak kejam, bedakan itu penempatannya. Kalau kita orang baik-baik  saja yang asetnya masih 9 digit sampai dengan 10 digit jadi baik-baik saja dalam berbisnis, entah bisnis makanan ataupun bisnis hiburan.

Itu hanya pengalaman saya saja. Mohon maaf jika sahabat-sahabat marah sama tulisan saya seolah olah ketika punya aset dan uang diatas 500 miliar anda harus kejam dan hati-hati dalam berbisnis. Kenyataannya seperti itulah, coba Anda cek group-group perusahaan besar yang ada di Indonesia bahkan mereka mengendalikan para politisi dan juga para Agamawan yang mudah dibeli dengan uang.

Menurut saya memang harus seperti itu sebab mereka yang mempunyai aset diatas 500 Miliar rupiah kalau tidak kejam maka mereka yang dimakan, Kalau tidak membunuh mereka yang terbunuh, kalau tidak menyakiti orang lain mereka yang tersakiti, Kalau tidak membuang orang ke Laut mereka yang dibuang ke Laut. Tapi ingat rata-rata yang saya temui mereka juga rajin sedekah dan Jiwa sosialnya tinggi kepada teman dan sahabat.

Diantara yang  saya temui, banyak diantara mereka yang punya Yayasan Yatim Piatu yang dikelolanya yang didanai dari koceknya sendiri bukan dari uang sumbangan atau meminta sumbangan dari yang lain, kecuali dikasih baru mereka terima. Inilah sisi Baik mereka yang harus kita semua contoh. Ario Rantau, Presiden Sales Indonesia

About fairuz -

Check Also

Kawal Demokrasi, PB HMI Silaturahmi Ke Tommy Soeharto

Jakarta, Kopdarnews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bersilaturahmi ke Ketua Umum Partai Berkarya, H ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *