Home / EKONOMI / Tekad Bajanya Mengubah Hidup, Dimuliakan Tuhan Dengan Motivasi Langit
Muhammad Taufik atau Pak Bro, berpose bersama dengan sahabatnya, Ario Rantau, penulis Buku "Sales Ngepet", dan Pesugihan saat berwisata bersama belum lama ini.

Tekad Bajanya Mengubah Hidup, Dimuliakan Tuhan Dengan Motivasi Langit

Kupang, Kopdarnews.com-Kegigihan dan tekad baja serta semangat tempur yang tak pernah kendor, serta doa yang tiada terhenti dipanjatkan ternyata cukup membuat Allah SWT, Tuhan Robbul ‘Alamin, mampu menurunkan motivasi kerja dan usaha yang luar biasa. Dan itu disebut Muhammad Taufik Anwar, atau yang biasa disapa Pak bro, sebagai motivasi langit.

Pria dengan panggilan kecil bernama Upik ini lahir di Kota Kupang, berdarah suku Bugis dari ayahnya yang berasal dari Desa Matuju, Kabupaten Bone, Propinsi Sulawesi Selatan. Dan ibu berasal dari Kota Bone juga yang merantau bersama nenek moyang Upik sekitar tahun 1960-an di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Seperti kebanyakan masyarakat suku Bugis pada umumnya, usaha kakek Pak Bro dari jalur ayahnya adalah petani dan pedagang, sedangkan usaha kakek dari Ibu Taufik ini juga pedagang dan pelaut, kalau diikuti silsilah keluarga dari kakek ibunya, mereka keturunan keluarga darah biru, atau yang sering disebut dengan istilah ANDI’, istilah panggilan keluarga berdarah biru di masyarakat suku Bugi di Sulawesi Selatan.

M. Taufk bersama Sahabat Karibnya, Ario Rantau saat berlibur bersama

Muhammad Taufik Anwar adalah anak pertama dari 4 bersaudara, 3 laki2 dan 1 wanita. Dirinya punya kakak satu dari suami pertama sang Ibu,suami pertama ibunya cerai waktu tinggal di Jakarta. “Akhirnya ibu saya kembali ke Kupang dan bertemu ayah saya lalu menikah, bertemulah dengan ayah saya, beliau termasuk

pekerja keras, pekerja cerdas, pekerja ikhlas, pekerja Tuntas, saya banyak terinspirasi soal kehidupan dengan beliau,” katanya.

Sosok ayah dimata Pak Bro, demikian ia biasa disapa, termasuk karakter manusia yang selalu ambisi mengejar cita-cita dan keinginan untuk sukses.

Karakter itu terlihat jelas ketika Sang Ayah sering merantau ke luar negeri, tepatnya di Negara Malaysia, sampai meninggalkan ibu dan dirinya, sebagai anak yang pertama.

“Saat itu, ayah merantau ke Malaysia, kami tinggal di rumah tante, adik ibu yang menjanda karena suaminya meninggal, beliau punya 2 anak laki-laki yaitu sepupu 1 kali saya,” ujarnya.

Setelah sudah merasa punya modal di tangan dari hasil merantau, akhirnya Ayah Taufik pulang ke Kupang untuk berdagang kios sembako di pasar di kota Atambua, yang saat ini bertetangga dengan bekas Negara Indonesia (Timor Leste/Dili).

Dengan semangat dan etos kerja yang gigih, usaha sembako dan hasil bumi ayah Pak Bro Taufik ini maju pesat, berdagang hasil bumi seperti kopi,pinang kering dan lainnya, akhirnya Ibu dan anak-anaknya diboyong semua ke kota Atambua untuk memudahkan bertemu keluarga.

Saat di puncak kesuksesan, malang pun tak dapat dihindari, keluarga Taufik di timpah musibah besar, yaitu kerusuhan di kota Atambua yang diakibatkan oleh pembunuhan yang dilakukan seorang warga Bugis terhadap seorang anak muda penduduk asli Atambua. Dimana ayahnya berpengaruh di kota tersebut saat itu.

Celakanya, Taufik meneruskan ceritanya, setelah membunuh, si pelaku lari bersembunyi di dalam rukonya, seketika itu juga tak panjang lebar penduduk langsung menyerang ruko miliknya ayahnya, karena menyangka si pelaku adalah keluarganya. Massa melempari batu dan akhirnya membakar rukonya dan toko-toko warga bugis lainnya.

“Situasi sangat panas dan kami melarikan diri lewat belakang ruko, saat itu saya berumur sekitar 5 tahun, tetapi saya sudah bisa mengingat kejadian itu karena sepeda kesayangan saya yang bentuknya seperti vespa juga ikut terbakar, sambil menangis saya berlari dan adik saya yang pertama masih bayi di gendong ibu, kami lari dengan baju di badan, emas ibu yg di badan serta sedikit uang yang di laci toko,” kata Taufik mengingat masa lalunya yang penuh dengan warna. (Bersambung)

About fairuz -

Check Also

Kawal Demokrasi, PB HMI Silaturahmi Ke Tommy Soeharto

Jakarta, Kopdarnews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) bersilaturahmi ke Ketua Umum Partai Berkarya, H ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *