Home / EKONOMI & BISNIS / Isu Kader Mundur, PKS Bali Tetap Solid
Logo PKS (Sumber Twitter DPP PKS)

Isu Kader Mundur, PKS Bali Tetap Solid

Denpasar, Kopdarnews.com – Jelang Pilpres dan Pileg 2019, PKS kembali didera isu-isu tak sedap yang kerap menghiasi berita-beriat media setiap kali jelang Pilpres dan Pileg. Kali ini, isu itu muncul dari PKS Bali, yang pengurusnya menyatakan mundur dari kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah karena proses pencopotan pengurus yang dilakukan Pusat diduga tak sesuai dengan prosedur dan AD ART Partai.

 

Terkait dengan undur diri massal ini, Ketua DPW PKS Bali yang baru dilantik, Hilmun Nabi mengaku masih belum menerima surat pengunduran diri tersebut.

“Pernyataan mundur memang sampai saat ini baik secara lisan maupun tulisan pernyataan mundur itu belum kami terima, sehingga kami dalam hal ini belum bisa menyikapi apa-apa. Sehingga kami tetap beranggapan mereka pengurus definitif,” kata Hilmun seperti yang dilansir detikcom, Senin (1/10/2018).

Hilmun yang dilantik pada 27 September 2018 itu menambahkan pihaknya tengah melakukan klarifikasi terkait mundurnya para pengurus tersebut. Sebab, menurutnya hingga saat ini para kader yang disebut mengundurkan diri itu belum menyerahkan surat kepada DPW PKS.

“Jadi sifatnya kami menunggu kalau mereka menyerahkan surat pengunduran diri atau menyatakan kepada saya itu bisa, kan sampai saat ini belum ada. Cuma yang sudah konfirmasi kepada kami Gianyar ndak, Jembrana ndak, Karangasem ndak, dan mungkin kita akan datangi baik-baik mungkin seperti itu,” terangnya.
Dia menyebut pihaknya belum bisa menyatakan kadernya mundur dari partai jika tidak ada hitam di atas putih. Hilmun menyebut selama tidak ada penyataan tertulis dia masih menganggap kadernya solid.

“Kalau kemarin itu tidak jelas mana yang pengurus tapi secara organisatoris itu harus ada hitam di atas putih, karena mereka sebagai pengurus, kalau untuk DPD kan belum ada penggantian. kecuali pengurus DPD baru. ‘Pak Hilmun kami mengundurkan diri’, setelah itu baru kita sikapi secara organisatoris,” bebernya.

“Jadi menurut saya sekarang ini kepengurusan DPD se-Bali dalam kacamata kami masih solid, belum ada penggantian,” terangnya.
Dia menyebut kepengurusan yang diganti yakni Ketua dan Sekretaris Majelis Pertimbangan Wilayah; Dewan Syariah Wilayah dan sekretaris, kemudian pengurus harian DPW. Hilmun mengaku memaklumi kekecewaan pengurus lama yang disampaikan ke media.
“10 orang aja yang diganti, ke bawahnya tetap, staf-stafnya tetap. Itu hak mereka ekspresi kecewa wajar, saya menyikapinya secara proporsional. Saya tidak dalam posisi yang mengatur dalam pergantian itu, saya konsen ke yang dikasih amanah, kan struktur kepengurusan itu 2015-2020, saya tinggal meneruskan saja, jadi saya sampai 2020 aja,” terangnya.

Sebelumnya, jajaran pengurus DPW PKS Bali ramai-ramai mengundurkan diri dari keanggotaan partai. Mantan Ketua DPW PKS Mudjiono mengatakan pihaknya mengaku sakit hati karena dicopot lewat pesan singkat.

“DPW PKS mengundurkan diri ramai-ramai karena banyak hal. Jadi sudah nggak mengindahkan AD/ART. Banyak hal yang dilanggar, AD/ART, contoh pergantian pengurus tanpa musyawarah, mengganti pengurus via WA saja, jam 16.00 Wita, jam 20.00 Wita suruh datang. Masa berorganisasi seperti itu,” ujar Mudjiono ketika dihubungi, Jumat (28/9).

Berikut daftar pengurus baru DPW PKS Bali:

Ketua MPW Edy Sudarno,
Sekretaris Chaerunissa
Dewan Syariah Wilayah Heri Haryadi
Sekretaris Matmi Darsih

Pengurus Harian DPW
Ketua Hilmun Nabi
Wakil Ketua Joko Wahyono
Sekretaris Rosyid
Bendahara Endang Suryati
Bidang Kaderisasi Agus Yulianto
Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Siti Fatimah

 

 

About fairuz -

Check Also

SEKADAU, Kopdarnews.com- Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan dalam kepemimpinannya bersama Wagub Kalbar Ria Norsan akan memfokuskan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *