Home / POLITIK / Ucapan Natal KH. Ma’ruf Amin Tuai Kontraversi
Courtesy : https://www.instagram.com/p/BrxPH0qhFca/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=embed_video_watch_again

Ucapan Natal KH. Ma’ruf Amin Tuai Kontraversi

Jakarta, Kopdarnews.com-Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, turut bersuaraa mengklarifikasi pernyataan KH.Ma’ruf Amin, Ketua Umum MUI aktif dan Cawapres  Joko Widodo ini menyampaikan mereka belum pernah menerbitkan fatwa terkait umat Islam yang mengucapkan selamat Natal.

Hal ini disampaikan Anwar merespons kontroversi, setelah cawapres paslon nomor urut 01, Ma’ruf Amin yang juga ketua umum non aktif MUI, menyampaikan ucapan selamat natal dan disiarkan oleh berbagai media.

“MUI belum pernah mengeluarkan fatwa tentang boleh dan atau tidak bolehnya umat Islam menyampaikan ucapan selamat Natal kepada yang merayakannya,” kata Anwar melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/12).

Ia mengatakan fatwa yang pernah diterbitkan MUI yakni tentang perayaan natal bersama. Fatwa ini diterbitkan pada 1981, ditandatangani oleh ketua komisi fatwa KH. M. Syukri Ghozali dan sekretaris Drs. H. Mas’udi.

Isi fatwa tersebut, yakni pertama, umat Islam dilibatkan dalam perayaan natal di Indonesia, meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.

Selain itu, MUI juga sudah menerbitkan fatwa dan ketentuan terkait mengikuti upacara Natal bersama bagi Ummat Islam. Terkait hal mengikuti upacara natal bersama bagi umat Islam hukumnya haram. Kemudian agar umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT, dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan natal.

Selain itu, pada 2016 MUI juga mengeluarkan fatwa tentang hukum menggunakan atribut keagamaan non-muslim. Fatwa ini ditanda tangani oleh Ketua Prof. Dr. H. Hasanuddin AF dan sekretaris komisi fatwa Dr. Asrorun Ni’am Sholeh.

Berikut adalah link Instagram yang memuat video KH. Ma’ruf Amin mengucapkan Selamat Natal yang viral itu.

https://www.instagram.com/p/BrxPH0qhFca/utm_source=ig_embed&utm_campaign=embed_video_watch_again

Kontan saja, ucapan Kiyai Ma’ruf menuai kontraversi di kalangan Ulama dan Cendekiawan Muslim. Salah satunya adalah KH Nur Maymoun, Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum, Tembaagung Ares, Ambunten, Sumenep, ikut kaget menyaksikan video tersebut. Sebab, meski ucapan itu kontroversi, tetapi, banyak yang kemudian memburu jejak digitalnya.

“Memang kontroversi. Ada yang mengharamkan, memakruhkan sampai membolehkan.  Masalahnya adalah, orang akan melihat sejauhmana kita konsisten dengan semua itu. Jangan dulunya melarang, sekarang membolehkan, atau malah menganjurkan seperti yang dilakukan kader-kader PSI (Partai Solidaritas Indonesia red.),” demikian Kiai Nur Maymoun sepertri yang dirilis duta.co Senin (24/12/2018).

 

 

About fairuz -

Check Also

Penting, Capres Bisa Baca Al-Quran

Jakarta, Kopdarnews.com-Menjadi Pemimpin majemuk itu penting. Namun, kesanggupan memimpin di negeri yang populasi muslimnya besar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *