Home / POLITIK / Sampai Kapan Sengkarut Wagub DKI Berakhir?
Babak baru pertaruhan kursi Wagub DKI. (Foto: Detik.com)

Sampai Kapan Sengkarut Wagub DKI Berakhir?

Jakarta, Kopdarnews.com-Sengkarut penentuan Wagub DKI definitif terus menemui jalan buntu. Proses loby terus dilakukan, dan upaya PKS menjebolkan kader terbaiknya juga selalu ‘diganjal’, hingga kini, lobby dan intensitas pendekatan pun terus dilakukan, baik ke kubu Gerindra atau pun partai-partai Pro Pemerintah Jokowi yang punya mayoritas kursi di parlemen DKI Jakarta juga tengah intens dilobi.

ternyata, proses penentuan Wagub DKI definitif tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak kepentingan yang bermain di ranah ini. Proses penantian yang lama menanti terpilihnya Wagub definitif yang sudah berjalan hampir 4 bulan sejak ditinggalkan Sandiaga Uno yang maju mendampingi Prabowo di konstestasi Pilpres 2019 memang cukup alot dan penuh drama.

Dua partai pengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada 2017, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berhak mengajukan calon wakil gubernur pengganti Sandiaga.  Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra DKI Jakarta Iman Satria mengatakan, partai pengusung Anies-Sandiaga berhak mengajukan dua nama ke DPRD DKI Jakarta. “Menurut saya, ya, ikuti aturan main saja. Satu (calon dari) PKS, satu (calon) dari Gerindra dan nanti dipilih DPRD,” kata Iman di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (14/8/2018).

Menurut Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe, bahwa lambatnya proses penentuan Wakil Gubernur DKI definitif pasti akan mengganggu jalannya Pemerintahan yang normal. “Jika hal ini dilanjutkan dan berlangsung lama, maka akan ada kevakuman dan ketidaknormalan pelayanan, kasihan Gubernur Anies bekerja seorang dirinya, ini yang seharusnya disadari oleh Partai pengusung, tinggalkan ego masing-masing, jangan saling sandera apalagi mempersulit calon definitif yang sudah diajukan oleh PKS, Gerindra sebagai mitra PKS harusnya mendorong dan mempercepat proses ini berjalan maksimal dan tak makan waktu lama,” katanya.

Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, seharusnya Partai Gerindra memberi wewenang kepada PKS untuk mengisi jabatan wagub DKI. Sebab, lanjut dia, PKS telah memberi kewenangan penuh kepada Prabowo untuk memilih calon wakil presiden pada Pilpres 2019.  “Tetapi tentu dari PKS memberikan posisi wakil presiden, tentu mereka (Partai Gerindra) memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi wagub,” ucap Sohibul.

Diakhir perbincangan, Ramses menyatakan sebaiknya kedua partai pengusung menanggalkan kepentingannya masing-masing demi kepentingan dan kebaikan warga Jakarta.

About fairuz -

Check Also

Kejar ‘Peruntungan’ Dari Nama Joko Widodo di Pileg 2019

Jakarta, Kopdarnews.com–Joko Widodo rupanya tak hanya memeriahkan gelaran Pilpres 2019. Berdasarkan penelusuran yang kumparan lakukan, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *