Home / POLITIK / Hotman Paris Berikan Secuil Ilmu Jadi Pengacara Berkelas
Hotman Paris, Pengacara kenamaan sedang memberikan Seminar di Program Pasca Sarjana Universitas Hasyim Asy'ari, Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur

Hotman Paris Berikan Secuil Ilmu Jadi Pengacara Berkelas

Jombang, Tebu Ireng-Kopdarnews.com-Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Program Pasca Sarjana Universitas Hasyim Asy’ari, Pondok Pesantren Tebu Ireng,  Jombang, Jawa Timur ini berjalan cukup sukses. Hotman Paris, Pengacara kondang dan beken asal Jakarta itu datang dan memberikan beberapa kiat sederhana dan cespleng untuk jadi pengacara berkelas dan profesional.

Dalam sambutannya, Pembina Pondok Pesantren Tebu Ireng Gus Sholah mengatakan bahwa kegiatan seperti ini cukup sering diadakan. “Namun kegiatan yang bersifat praktis dan mengarah ke ranah hukum dan pekerjaan advokat atau pengacara jarang datau bahkan baru ini kami lakukan, agar pola pendidikan kami mengarah kepada industri atau pasar di luar sana, sehingga mahasiswa Program Pasca Sarjana Univeristas Hasyim Asy’ari (Unhasy) dapat belajar banyak dari kegiatan ini secara maksimal dan optimal,” katanya.

Gus Sholah, selaku Pembina Pondok Pesantren Tebu Ireng memberikan Plakat Kenang-kenangan kepada Hotman Paris, Pengacara Kondang Asal Jakarta di Universitas Hasyim Asy’ari Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur

Dalam paparannya, Hotman Paris mengatakan dunia pengacara adalah dunia praktis yang seseorang dapat belajar dan mendalami ilmu praktis. “Selain harus belajar juga aktif dalam kegiatan praktikum di berbagai kantor pengacara yang ada, jika itu sudah dilakukan, feeling seorang pengacara handal dan profesional pasti akan tercapai,” katanya.

Dalam acara yang berdurasi sekitar jam tersebut, mahasiswa Program Pasca Sarjana Universitas Hasyim Asy’ari dan Santri Pondok Pesantren Tebu Ireng pun sangat antusias mengikuti program dan kegiatan Seminar ini.

About fairuz -

Check Also

Wisuda Ketiga ESQ Business School Teguhkan Diri Sebagai Kampus Karakter

Jakarta, Kopdarnews.com-Berbagai krisis multidmensi dewasa ini karena tidak menjadikan pendidikan karakter yang menggabungkan tiga kercerdasan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *