Home / EKONOMI & BISNIS / LOYALITAS TANPA BATAS
Ario Rantau, Penulis Buku Sales Ngepet, Resep kaya di Usia Muda

LOYALITAS TANPA BATAS

Oleh : Ario Rantau, Mahasiswa S2 Prodi Hukum Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

( Demi sahabat kukorbankan kepentingan PribadikuūüėĘ )

Selesai mengajar ngaji anak-anak saya, langsung santai tidur-tiduran, saya jadi teringat tatkala Seorang sahabat saya yang sudah saya kenal lama, jika sahabat saya telepon saya ketika saya berada di kota manapun di wilayah Indonesia pasti saya langsung meluncur menepati undangannya.

Karena buat saya menghargai persahabatan lebih penting daripada agenda-agenda pribadi saya, walaupun tanggal tersebut saya ada schedule tapi demi sahabat yang juga partner bisnis saya, saya selalu meluangkan waktu untuk bersamanya, beliau juga punya bisnis kapal bersama Setiawan Djodi dan Peter F Gontha, Sahabat saya bernama Habib Aziz, saya biasa memanggilnya Habib, sosok yang sangat sederhana dimata saya dan selalu rendah hati kepada siapapun.

Suatu ketika, tatkala saya berada di Jawa Timur tepatnya di Tebuireng, Sahabat saya tersebut telepon. “Lagi dimana ente Ri?, tanya Habib Aziz. “Saya lagi di Pesantren Tebuireng¬† Boss”, ujar saya demikian.

“Bagaimana¬† Boss ada kabar-kabar apa ini, tumben telepon malam-malam?,” saya bertanya. Habib Aziz menjawab, bahwa pada tanggal 10 Februari 2019 saya diminta datang¬† ke Jakarta. “Ane ada acara besar, Aburizal Bakrie juga datang,” pintanya.¬†Saya jawab, “Siap Boss!” Saya jawab dengan tegas, tanpa pikir panjang saya selalu siap untuk sahabat dan juga partner bisnis saya walaupun tanggal 10 Februari 2019 tersebut saya ada schedule wajib ujian Comprehensip di Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang Jawa Timur, semua makalah sudah diprint tinggal ujian comprehensip, tanpa pikir Panjang, tanggal 7 Februari 2019 saya balik ke Jakarta menggunakan mobil yang biasa saya kendarai.

Tiba di Rumah, istirahat 2 hari dan bersenda gurau bersama Istri dan anak-anak, tanggal 9 Februari 2019 saya meluncur ke Jakarta di sebuah hotel sekitar Blok M, Hotel Ambara namanya, disana kami diskusi bersama teman-teman dan kerabat sampai jam 1 pagi dini hari, lantas saya diberikan kunci kamar oleh sahabat saya, neh kunci kamar Ri, istirahat dulu lah, besok biar fit acara Pernikahan anak ane, Anak sahabat saya seorang perempuan yang menikah dengan seorang perjaka dari ayahnya yang seorang Dokter Kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono waktu SBY menjabat sebagai Presiden.

Keesokan harinya, kami bergegas untuk menuju gedung aula yang dikawal oleh Paspampres untuk melangsungkan akad nikah di Masjid samping gedung aula sekitar Blok M, acara sangat sakral dan penuh bahagia Sahabat saya tatkala menikahkan putrinya. setelah akad selesai, kami menuju aula dan Saya duduk di kursi tamu undangan VVIP sebelah tulisan Undangan untuk Hendropriyono dan Jendral Andika Perkasa yang sudah disiapkan oleh panitia acara, walaupun diundang mereka tidak datang karena ada acara juga, acara selesai, saya masih menemani sahabat saya di gedung aula tersebut bersama para kerabat dan sahabat yang lainnya, kita ngobrol sampai malam dan setelah larut malam kami kembali le Hotel Ambhara dan meneruskan obrolan apa saja di Club hotel sampai jam 2 pagi dini hari.

Setelah acara kami kembali ke rumah dan saya harus meneruskan schedule-schedule yang lainnya, beberapa hari di Rumah lalu saya kembali ke Tebuireng Jombang, karena harus ujian komrehensip di kampus, ketika di Kampus saya loby pihak kampus agar saya bisa ikut ujian kembali yang terlewati karena ada agenda penting yang tidak bisa saya tinggalkan untuk mengikuti acara pernikahan sahabat saya tersebut.

Pihak kampus berkata, Mas Ary” ujian sudah ga bisa, ini nilai sudah dimasukin, dengan memelas dan menggunakan jurus loby saya berkata : ayolah pak dibantu gimana caranya pak, kan saya sudah bantu untuk mendatangkan Hotman Paris untuk Seminar Nasional nanti, yang penting bisa sama-sama bermanfaat untuk orang banyak pak, ok coba nanti kami diskusikan oleh Direktur yah mas Ary, siap Pak saya tunggu kabarnya yah, saya sebulan di Tebuireng sampai acara Seminar Nasional Hotman Paris ini sukses.

Beberapa hari kemudia, ada whats app dari Penguji saya untuk ujian comprehensip saya dibolehkan, Alhamdulillah saya berkata di dalam hati, akhirnya ga ujian ulang untuk tahun depan, karena bagi saya waktu itu sangat berarti.

Begitulah ceritanya sahabat facebooker, terkadang Berkorban untuk kepentingan Sahabat kita itu lebih penting daripada kepentingan pribadi kita, karena ketika kita mengutamakan kepentingan orang lain apalagi kepentingan Sahabat yang sudah kita kenal itu sangat bernilai di mata Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta.

Banyak orang diluar sana lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang mementingkan kepentingan orang lain, Aplikasikanlah kurban itu kedalam kehidupan kita sehari-hari.

akhir dari tulisan ini saya mau menulis dan mari kita renungkan bersama, yaitu ;

JANGAN SELALU MEMINTA APAPUN KEPADA ORANG LAIN TAPI BERIKANLAH YANG TERBAIK UNTUK ORANG LAIN KARENA DENGAN MEMBERI SESUATU KEPADA ORANG LAIN, APA YANG KITA MINTA SEBENARNYA AKAN DATANG DARI JALAN YANG TIDAK DISANGKA-SANGKA & DARI JALAN YANG TIDAK KITA DUGA.

#ArioRantau #LoyalitasTanpaBatas ‘#DamaiSelalu (Sumber FB Penulis)

About fairuz -

Check Also

StickEarn Menutup Pendanaan Seri A Sebesar USD 5,5 juta yang Dipimpin oleh East Venture dan SMDV

Jakarta, Kopdarnews.com-StickEarn, sebuah startup teknologi periklanan offline -ke- online terdepan di Indonesia,hari ini mengumumkan penutupan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *