Home / POLITIK / Persatuan Ummat Untuk Akses Politik dan Ekonomi Bermartabat
KH. Muhammad Al Khattath

Persatuan Ummat Untuk Akses Politik dan Ekonomi Bermartabat

Jakarta, Kopdarnews.com-Dalam Majelis Kajian Pemikiran Islam (KPI), yang diadakan oleh Gerakan Shalat Subuh Berjamaah (GSS) Jakarta yang rutin mengadakan kajian pemikiran Islam pekanan. Salah satu penceramah adalah KH. Muhammad Al Khattath menyatakan bahwa sebagai ummat yang mayoritas di negerinya sendiri. “Tapi sering diperlakukan seperti minoritas.   Umat Islam mayoritas tapi minoritas dalam akses politik.   Sering aspirasi Islam kandas.   Partai Islam mendapat suara kecil.   Akibatnya dalam pengambilan kebijakan politik sering merugikan umat Islam. Contohnya nyata adalah peraturan perundangan tentang miras (khamr) yang jelas diharamkan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan Kuasa, dalam QS. Al Maidah ayat 90-91, Perpres tentang minuman keras masih menghalalkan beredaranya miras di Indonesia,” kata KH. Muhammad Al Khattath.

Umat Islam yang dari sisi mayoritas, tetapi akses ekonominya minoritas, kecil, dan bahkan tidak diperhutungkan sama sama sekali dalam percaturan politik dalam negeri.   Sehingga, katanya, umat Islam sering ketinggalan, bahkan tidak kebagian dalam porsi yang cukup dan sesuai dalam distribusi kue pembangunan.

Sebaliknya, sambung Pria yang disapa Pak Kiyai ini, bahwa akses-akses ekonomi justru dikuasai oleh kaum minoritas.   Perbankan mereka kuasai.   Dalam bank-bank plat merah pun, akses kaum minoritas lebih kuat.   Sehingga minoritas menguasai mayoritas asset dan kue ekonomi Indonesia.,” katanya.

Tak hanya soal ekonomi dan politik semata. Bahkan secara kuantitas kepemilikan tanah di berbagai daerah di Indonesia, Pak Kiyai mengatakan bahwa mayoritas tanah-tanah di Indonesia dikuasai kaum minoritas. “Efek dari itu semua akses terhadap peradilan pun bisa dilihat umat Islam sering kalah dan dikalahkan. Umat Islam boleh dikatakan tidak mendapatkan buah manis dari dasar Negara sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya. Padahal, imbuh Ulama yang lantang menyuarakan aspirasi Ummat islam ini, ia melihat bahwa umat Islam secara kuantitas berjumlah 85-90% dari rakyat Indonesia.   “Jadi bagaimana mengambil hak-hak umat Islam atas keadilan ekonomi, politik, dan hokum melalui jalur konstitusional. Perlunya ummat Islam melek dan paham politik,” katanya.

Ikuti pembahasannya dalam Majelis Kajian Pemikiran Islam (KPI) yang memberikan perspektif Islam kepada sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

About fairuz -

Check Also

Wisuda Ketiga ESQ Business School Teguhkan Diri Sebagai Kampus Karakter

Jakarta, Kopdarnews.com-Berbagai krisis multidmensi dewasa ini karena tidak menjadikan pendidikan karakter yang menggabungkan tiga kercerdasan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *